{"id":997,"date":"2024-03-03T18:35:02","date_gmt":"2024-03-03T18:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/?p=997"},"modified":"2024-11-21T10:00:55","modified_gmt":"2024-11-21T10:00:55","slug":"laodikia-jemaat-yang-suam-suam-kuku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/2024\/03\/03\/laodikia-jemaat-yang-suam-suam-kuku\/","title":{"rendered":"LAODIKIA, JEMAAT YANG SUAM-SUAM KUKU"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1424\" height=\"800\" src=\"https:\/\/onlinechurchministry.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Laodikia.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-998\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-c482752ce85d48d2c11760f2b02795b4\"><strong>Laodikia<\/strong> atau <strong>Laodikea di tepi sungai Lycus<\/strong> dahulu juga dikenal sebagai <strong>Diospolis<\/strong> dan <strong>Rhoas<\/strong>; adalah kota metropolitan kuno di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Phrygia\">Phrygia<\/a> Pacatiana, yang dibangun di tepi sungai <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Lycus&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Lycus<\/a>, di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Anatolia\">Anatolia<\/a> dekat desa modern <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Eskihisar,_Denizli&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Eskihisar<\/a> (Eski Hissar), <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Denizli\">Denizli<\/a>, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Turki\">Turki<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-b984b88820136274bb7d9d41b743f88d\">Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Asopus&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Asopus<\/a> dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Caprus&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Caprus<\/a>, yang bermuara ke sungai Lycus. Kota ini semula disebut <em>Diospolis<\/em>, &#8220;Kota <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Zeus\">Zeus<\/a>&#8220;, dan kemudian <em>Rhodas<\/em>, dan Laodikea, dikatakan didirikan oleh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Antiokhos_II_Theos\">Antiokhos II Theos<\/a>, pada tahun 261-253 SM, untuk menghormati istrinya <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Laodice_I&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Laodice<\/a>, kemungkinan di lokasi kota tua sebelumnya. Kira-kira 17\u00a0km di sebelah barat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kolose\">Kolose<\/a>, 10\u00a0km di selatan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hierapolis\">Hierapolis<\/a>, sekitar 160 km di timur <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Efesus\">Efesus<\/a> dan, menurut Strabo, berada di jalan utama. Terletak di daerah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Phrygia\">Phrygia<\/a>, meskipun beberapa penulis purba menempatkannya di wilayah provinsi lain \u2013 tidak heran mengingat batas-batas wilayah ini sering tidak jelas dan tidak konsisten \u2013 misalnya <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ptolemaeus\">Ptolemaeus<\/a> dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Philostratus\">Philostratus<\/a> menyebutnya kota di daerah Caria, sedangkan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Stefanus_dari_Byzantium&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Stefanus dari Byzantium<\/a> menulis termasuk ke dalam wilayah Lydia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-7f58fca7b5bbf01383ffef957765e3fd\">Pada tahun 220 SM, Jenderal Achaeus menjadi rajanya. Kemudian tahun 188 SM, di bawah kekuasaan Kerajaan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pergamon\">Pergamon<\/a>, dan setelah 133 SM dikuasai oleh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kekaisaran_Romawi\">Kekaisaran Romawi<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-a0eba2f08ac7572f769f93e2c86d158e\">Pada abad ke 1 SM, Laodikeia adalah salah satu kota di Anatolia. Kota kuno Laodikeia, terletak 6 km di utara provinsi Denizli, didirikan di titik geografis yang sangat nyaman dan di selatan sungai Lykos. Nama kota ini disebut sebagai &#8220;Laodikeia di tepi Lykos&#8221; dalam sumber-sumber kuno.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-3e51311cf09e02672eba3232e33ee4ac\">Karya seni besar di kota ini diperkirakan berasal dari abad ke-1 SM. Bangsa Romawi juga mementingkan Laodikeia dan menjadikannya pusat Konventus K\u0131byra. Serangkaian koin berkualitas dicetak di Laodikeia pada masa pemerintahan Kaisar Caracalla. Banyak bangunan monumental dibangun di kota dengan kontribusi masyarakat Laodikeia. Fakta bahwa salah satu dari 7 gereja terkenal di Little Asia terletak di kota ini menunjukkan betapa pentingnya agama Kristen di sini. Namun kota ini kemudian hancur oleh peristiwa gempa bumi besar pada 60 M.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-69365363f061f52555cb842606932d0f\">Dari keseluruhan gereja yang dituliskan di dalam Wahyu, Yesus sendiri menasihatkan gereja Laodikia dengan sangat keras. Karena dalam kondisinya, gereja ini hanya menjalankan pelayanan dengan biasa-biasa saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-03065055ad4ffaa67e201fdcabec7ba7\">Dalam istilah lainnya, Yesus menyamakan gereja ini dengan orang percaya yang suam-suam kuku. Tidak dingin ataupun panas. Mereka hidup dengan kesombongan, tidak mempelajari firman Tuhan dengan sungguh dan buta akan kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-1f8414da1eb69ee2fb1e02f412fd0538\">Meski keadaannya demikian, Yesus tetap menaruh kasih-Nya atas orang-orang percaya ini. Dia mau teguran tersebut membuat gereja ini bertobat dan berbalik kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-1130e26a5c1702a884c31266a8ca2e1b\">Melalui gereja Laodikia, Yesus mengingatkan gereja saat ini bahwa Dia sekali-kali tidak pernah mengabaikan pekerjaan pelayanan orang-orang percaya. Sehingga Dia tidak akan segan-segan menegur mereka yang tidak sungguh-sungguh menjalankan pekerjaan Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-0ae7d5cb3e16f4fe1e18864dafbdee17\">Dari ketujuh jenis gereja ini, yang manakah keadaan gerejamu saat ini? Bacalah <a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/ayatizer.php?p=Wahyu 2-3&amp;dari_url=https:\/\/www.jawaban.com\/read\/article\/id\/2021\/02\/15\/58\/210211144359\/banyak_yang_gak_tahuyesus_menyebut_7_gereja_ini_di_kitab_wahyu\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Wahyu 2-3<\/a> pelan-pelan dan pahami apa yang Tuhan mau gereja lakukan supaya berkenan di mata-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-contrast-color has-text-color has-link-color wp-elements-7034f6fc169cdec47482e0bcd99d5a71\"><em><strong>Ps. Gabriel Hartanto<\/strong><\/em><br><em>www.OnlineChurchMinistry.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana, yang dibangun di tepi sungai Lycus, di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki. Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke sungai Lycus. Kota ini semula disebut Diospolis, &#8220;Kota Zeus&#8220;, dan kemudian Rhodas, dan Laodikea, dikatakan didirikan oleh Antiokhos II Theos, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pgc_meta":"","_uag_custom_page_level_css":"","_vp_format_video_url":"","_vp_image_focal_point":[],"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-997","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sejarah"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"ultp_layout_landscape_large":false,"ultp_layout_landscape":false,"ultp_layout_portrait":false,"ultp_layout_square":false,"vp_sm":false,"vp_md":false,"vp_lg":false,"vp_xl":false,"vp_sm_popup":false,"vp_md_popup":false,"vp_xl_popup":false},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"admin","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b325a792e5158b68fab2d5fdc6fa653937aea4e751f73ea0fb0d803028eaacbe?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana, yang dibangun di tepi sungai Lycus, di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki. Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke sungai Lycus. Kota ini semula disebut Diospolis, &#8220;Kota Zeus&#8220;, dan kemudian Rhodas, dan Laodikea, dikatakan didirikan oleh Antiokhos II Theos, [&hellip;]","magazineBlocksPostCategories":["Sejarah"],"magazineBlocksPostViewCount":293,"magazineBlocksPostReadTime":3,"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":false,"medium":false,"thumbnail":false},"magazine_blocks_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/author\/gabriel-hartanto\/"},"magazine_blocks_comment":1,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b325a792e5158b68fab2d5fdc6fa653937aea4e751f73ea0fb0d803028eaacbe?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/category\/sejarah\/\" rel=\"category tag\">Sejarah<\/a>","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"ultp_layout_landscape_large":false,"ultp_layout_landscape":false,"ultp_layout_portrait":false,"ultp_layout_square":false,"vp_sm":false,"vp_md":false,"vp_lg":false,"vp_xl":false,"vp_sm_popup":false,"vp_md_popup":false,"vp_xl_popup":false},"uagb_author_info":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/author\/gabriel-hartanto\/"},"uagb_comment_info":1,"uagb_excerpt":"Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana, yang dibangun di tepi sungai Lycus, di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki. Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke&hellip;","rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/author\/gabriel-hartanto\/"},"rttpg_comment":1,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/category\/sejarah\/\" rel=\"category tag\">Sejarah<\/a>","rttpg_excerpt":"Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana, yang dibangun di tepi sungai Lycus, di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki. Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1001,"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions\/1001"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/onlinechurchministry.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}